1. Pemeriksaan tumbuh kembang anak atau pun developmental screening, tes singkat untuk ketahui apa anak sudah dapat menguasai kemampuan dasarnya sesuai usia atau pun alami keterlambatan. Dokter umumnya aka menanyai orangtua dan mengajak anak untuk bermain mengevaluasi apa yang sudah dikuasai oleh anak, termasuk halnya gerakan, perilaku, dan juga kemampuan anak dalam berbicara. Setiap keterlambatan bisa saja jadi sinyal adanya masalah. Perhatikan khusus harus diberikan jika anak lahir dengan berat badan yang kurang, tak cukup umur, atau pun mempunyai kakak maupun adik yang merupakan penyandang autisme. Jika melihat adanya sinyal masalah ini, dokter akan sarankan evaluasi yang lebih lanjut lagi untuk bisa memastikan.
2. Evaluasi komprehensif. Ini adalah langkah berikutnya untuk dilakukannya pemeriksaan yang lebih detail lagi tentang perilaku anak. Ini dapat termasuk pemeriksaan penglihatan dan juga pendengaran, tes syaraf, tes genetic, dan juga berbagai tes medis yang lainnya. Umumnya, jika pemeriksaan awal dilakukan pihak dokter anak, Anda nantinya akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut lagi oleh dikter spesialis syaraf, psikolog anak, ahli tumbuh kembang anak, atau pun psikiater.
Walaupun hingga seakrang ini masih belum ada obat bagi penderita autisme, intervensi awal bisa saja tingkatkan perkembangan anak secara signifikan. Terapi umumnya meliputi upaya untuk bantu anak belajar berbicara, berjalan, dan juga berinteraksi dengan orang lain. Jadi, jangan pernah tunda untuk segera bawa sih kecil ke ahlinya jika Anda curiga dia alami keterlambatan atau pun masa perkembangan lainnya.