Mengkonsumsi asam folat selama kehamilan
Dr. Pal Suren telah mengatakan bahwasannya asam folat yang umumnya diresepkan untuk ibu hamil ini ternyata bisa mengurangi resiko autisme pada bayi setelah dilahirkan. Asam folat tersebut adalah salah satu vitamin terpenting yang dibutuhkan selama masa kehamilan, sebab akan sangat membantu dalam perkembangan otak janin dan mecnegah autisme pada anak setelah lahir. Tim penelitian telah menduga bahwasannya folat selama awal kehamilan dapat halangi resiko genetic, dan juga memberi perlindungan dari gangguan spectrum autisme. Walaupun tak ada kesimpulan akhir, mengkonsumsu asam folat ini dikonfrimasi mungkin dapat membantu dalam mengurangi resiko gangguan spectrum autisme.
Hindari alkohol, rokok, dan obat-obatan
Alkohol, rokok, dan juga penggunaan obat-obatan sebelum maupun selama kehamilan ini dapat memberi efek buruk pada anak. Resiko tersebut diantaranya dapat kembangkan gangguan mental seperti halnya gangguan spectrum autisme serta keterbelakangan mental. Hindarilah penggunaannya sebelum, selama, bahkan setelah melahirkan dan juga menyusui.
Memberi ASI pada bayi
Menyusu adalah cara efektif mencegah autisme pada anak. Ada banyak sekali saran untuk detoksifikasi tubuh ibu agar bisa memberikan ASI yang terbaik. Dikatakan bahwasannya detoksifikasi tubuh pada 6 bulan sebelum masa menyusui, bahkan setelah menyusui 1 tahun kemudian, akan bermanfaat sekali di dalam pencegahan perkembangan autisme pada anak. Menurut penelitian terbaru, bayi yang tak diberi ASI atau pun hanya diberi susu formula tanpa docosahexaenoic acid atau pun suplementasi asam arakidonat beresiko lebih tinggi anak alami gangguan spectrum autistic.
Batasi konsumsi gluten dan kasein
Banyak orangtua yang mempunyai anak autisme, menghindarkan mereka konsumsi gluten dan juga kasein. Mencegah gluten dengan kasein pada tahapan awal kehamilan juga diyakini sekali bermanfaat untuk mencegah autisme pada anak. Gluten merupakan protein yang biasanya ditemukan pada makanan seperti gandum, wheat, rye, dan barley. Ada kaitannya autisme denagn gluten maupun kasein ini adalah dikarenakan dapat meningkatkan jumlah peptide di dalam darah dan juga urine, yang pastinya akan sangat mengganggu aliran sinyal biokimia pada otak.